ARTICLE AD BOX
MANGUPURA, NusaBali
(Disclaimer: Informasi dalam artikel ini tidak untuk menginspirasi siapa pun untuk melakukan tindakan serupa. Bagi pembaca yang merasakan gejala depresi dengan kecenderungan berupa pemikiran untuk bunuh diri, segera konsultasikan ke psikolog, psikiater, ataupun klinik kesehatan mental).
Geger aksi ulah pati (bunuh diri) kembali terjadi di Jembatan Tukad Bangkung yang berada di kawasan Banjar/Desa Pelaga, Kecamatan Petang, Badung. Belum genap sebulan dari kasus bunuh diri anggota Polda Bali pada, Kamis (3/4) malam lalu pukul 20.00 Wita peristiwa serupa terjadi lagi. Seorang perempuan diketahui bernama Ni Kadek MS,21, nekat mengakhiri hidupnya dengan cara melompat ke dasar jembatan sedalam puluhan meter itu.
Pada saat ditemukan, korban asal Desa Tamblang, Kecamatan Kubutambahan, Buleleng ini dalam posisi tengkurap. Kondisinya sangat mengenaskan. Lengan kiri atas dan bawah patah. Paha dan tulang kering kaki kiri patah. Memar pada perut, dada, dan lengan kiri. Tulang hidung patah. Selain itu terjadi pendarahan dari bola mata dan hidung.

Jenazah korban berhasil dievakuasi dari dasar jembatan pada, Jumat (4/4) dinihari pukul 00.15 Wita. Aparat Polsek Petang yang datang ke TKP untuk melakukan penyelidikan belum menemukan petunjuk sebagai motif dari korban nekat mengakhiri hidupnya di jembatan tersebut. Jenazah korban selanjutnya dievakuasi ke RSD Mengusada, Kelurahan Kapal, Kecamatan Mengwi, Badung untuk kepentingan pemeriksaan medis.
Kapolsek Petang AKP Nyoman Arnaya dikonfirmasi pada, Jumat pagi kemarin mengatakan peristiwa kematian korban berawal dari kecurigaan warga di sekitar TKP. Motor Honda PCX bernopol DK 5780 UBJ yang belakangan diketahui digunakan korban Kadek MS ke TKP ditemukan parkir di tengah jembatan sebelah selatan. Keberadaan sepeda motor yang menghalangi jalan itu mengundang tanda tanya dan kecurigaan warga.
Curiga telah terjadi sesuatu yang tak diinginkan di jembatan tersebut, warga pilih lapor ke Polsek Petang. Informasi lainnya juga menyebutkan ada yang sempat melihat seorang Perempuan duduk sambil menangis di pinggir jembatan. Menerima laporan tersebut langsung direspons cepat oleh Polsek Petang dengan mengerahkan tiga orang personel ke TKP. Para personel yang terjun ke TKP dibantu lima orang warga melakukan pencarian ke kolong jembatan yang curam tersebut.
Setelah dilakukan pencarian selama kurang lebih 20 menit mereka menemukan seorang perempuan dalam posisi tengkurap. Kemudian petugas berusaha mencocokkan korban dengan sepeda motor yang diparkir di tengah jembatan tepat di atas korban ditemukan tewas. "Awalnya kami (polisi) tidak bisa menemukan petunjuk keterkaitan antara sepeda motor dan korban, karena jok motornya dikunci. Pada motor ditemukan helm warna hitam dan kaca mata warna hitam. Setelah dilakukan berbagai upaya akhirnya dtemukan kecocokan bahwa motor itu digunakan korban ke TKP," ungkap Kapolsek.
Untuk mengevakuasi korban, lanjut Kapolsek, anggotanya bersama masyarakat dibantu oleh Tim SAR Polda Bali yang tiba di TKP pada pukul 23.30 Wita. "Berdasarkan hasil penyelidikan sementara kuat dugaan korban bunuh diri. Motif yang jadi latar belakang kejadiannya masih kami dalami," pungkasnya. 7 pol