Polisi Kantongi Belasan Nama Pelaku Pengeroyokan di Buana Kubu

19 hours ago 3
ARTICLE AD BOX
Informasi yang dihimpun, pasca mendapat laporan dari korban, Reza pada Minggu (17/3), polisi langsung bergerak cepat melakukan penyelidikan dan memeriksa saksi-saksi. Hasilnya, sejumlah nama-nama pelaku langsung dikantongi. “Sudah kita panggil terduga pelaku untuk kami periksa,” ujar sumber di kepolisian, Rabu (2/4).

Meski enggan membeber nama-nama pelaku, namun sumber memastikan jika kasus pengeroyokan ini akan segera terungkap. “Kita tunggu saja nanti hasil pemeriksaannya,” pungkas sumber. Sementara itu, Polresta Denpasar belum memberikan keterangan resmi terkait aksi pengeroyokan ini. Kasi Humas Polresta Denpasar, Iptu Sukadi mengatakan akan segera mengecek perkembangan kasus ini. “Saya belum dapat info perkembangannya,” tegas Iptu Sukadi melalui pesan WhatsApp.

Seperti diketahui, peristiwa mengerikan dialami oleh Muhamad Reza Pratama, 33, pada Minggu (16/3) malam. Dia dikeroyok oleh puluhan orang hingga babak belur. Dia dipukul, diseret, hingga diolok-olok. Kasus pengeroyokan ini diduga lantaran hanya gara-gara buang sampah sembarangan. 

Kepada NusaBali, pada Selasa (18/3) siang, Reza Pratama menceritakan peristiwa pengeroyokan terhadap dirinya itu terjadi di dua tempat. Pertama, di samping Gereja Mawar Sharon (GMS). Kedua, di Balai Banjar Buana Kubu. 

Lelaki asal Kecamatan Masamba, Kabupaten Luwu Utara, Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) ini menceritakan, pada saat itu dia buang sampah di samping Gereja Mawar Sharon. Tiba-tiba datang sekitar 10 orang langsung menanyakan mengapa buang sampah di sana dan melakukan pemukulan secara beramai-ramai. Tak hanya ditinju dan ditendang, baju dan celananya dilepas paksa hingga tersisa celana dalam.

Pada saat mereka pukul, saya tidak melawan. Saya memohon maaf dan minta jangan pukul. Saya juga bilang siap bayar denda karena buang sampah sembarangan. Namun, orang-orang itu tetap memukul saya,” ungkapnya. 

Tak puas menganiaya korban di pinggir jalan itu, para pelaku menyeret paksa korban ka Balai Banjar Buana Kubu yang sedang banyak orang kerja ogoh-ogoh. Di balai banjar itu jumlah pelaku yang menghajarnya pun bertambah. 

“Saya tidak tahu persis ada berapa orang lagi pukul saya saat di balai banjar. Mungkin puluhan orang. Saat itu saya hanya berzikir. Mereka bertindak sesukanya. Bahkan ada yang mau mencukur rambut saya. Ada pula yang olok-olok dengan mengatakan jangan bawa Tuhan,” katanya. 

Setelah pengeroyokan itu korban kemudian dilepas, tetapi motor dan KTP ditahan karena tak sanggup bayar denda Rp 5 juta. Setelah dilepas para pelaku, korban langsung pergi ke RS Bhanyakara Trijata Polda Bali untuk berobat. Kemudian, pada Minggu (17/3) malam buat laporan ke Polresta Denpasar.

“Mereka lepas saya pada Minggu (17/4) dini hari sekitar pukul 01.00 Wita. Saya langsung ke RS untuk berobat. Kemudian Minggu malam baru saya buat laporan di Polresta Denpasar,” lanjutnya. 7 rez
Read Entire Article