Pemasangan CCTV dan Terali Besi di Jembatan

12 hours ago 1
ARTICLE AD BOX
Plt Camat Petang, AA Ngurah Darma Putra mengungkapkan pasca kejadian bunuh diri terakhir ini, pihaknya akan segera menghadap Bupati Badung untuk mendapatkan petunjuk. Sebab, kejadian ini telah berulang kali terjadi. Pada kasus bunuh diri seorang polisi yang terjadi pertengahan Maret 2025 lalu, dari Pemkab Badung sudah melakukan Pecaruan. Namun untuk kejadian terakhir ini, pihaknya menunggu arahan dari Bupati Badung.
“Rencana kami akan menghadap dulu ke Bapak Bupati dan minta petunjuk, karena sudah sering sekali kejadian nika (itu). 

Untuk mecaru atas kejadian kemarin malam nika belum, karena baru kemarin, tapi kita sudah laporkan,” ujarnya, Jumat (4/4) kemarin. Jembatan Tukad Bangkung sendiri berada di dua wilayah desa yakni Desa Pelaga dan Desa Belok. Darma Putra mengaku, prajuru dari kedua desa sudah diajak berkomunikasi dan mengusulkan beberapa solusi penambahan infrastruktur pada jembatan untuk mengantisipasi hal serupa terjadi. Semua usulan tersebut akan disampaikan kepada Bupati Badung.

“Ada banyak yang diusulkan dari dua desa ini. Salah satunya mungkin dikasih terali besi seperti di Jembatan Suramadu, Jawa Timur. Sekarang tergantung dari petunjuk dari Bapak Bupati. Kami siap menghadap, tinggal menunggu jadwal dari pimpinan,” katanya.

Terpisah, Plt Kadis PUPR Badung, I Nyoman R Karyasa mengatakan untuk infrastruktur di Jembatan Tukad Bangkung, pihaknya akan berkoordinasi dengan provinsi. Mengingat jalan raya tersebut berstatus jalan provinsi. “Kami akan koordinasikan lebih lanjut dengan pihak provinsi terkait apa yang akan dilakukan. Karena itu kaitannya dengan kewenangan provinsi. Kalau harus dipasang jaring, seperti apa bentuknya, juga agar sesuai standar. Agar pengendaranya juga tidak terganggu,” ucapnya.

Sementara itu Kadis Kominfo Badung, I Gusti Ngurah Jaya Saputra mengungkapkan, tahun 2025 telah dipersiapkan pengembangan CCTV di Kabupaten Badung, termasuk di Jembatan Tukad Bangkung. Jaya Saputra mengakui, pemasangan CCTV baru sebatas rancangan pada tahun 2024, namun akan direalisasikan di tahun 2025 ini. 

“Sesuai komitmen Bapak Bupati, kami sebagai instansi teknis sudah dari tahun 2024 mempersiapkan langkah perencanaan teknis pengembangan CCTV di Kabupaten Badung ini, termasuk di Jembatan Tukad Bangkung, Pelaga,” ungkapnya.

Mantan Camat Mengwi ini melanjutkan, untuk di Jembatan Tukad Bangkung, sesuai rencana akan ada dua titik CCTV yakni dari sisi barat dan timur. Hanya saja tetap akan dilakukan  koordinasikan dengan pihak keamanan dan aparat wilayah setempat agar bisa menangkap gambar sesuai titik yang diinginkan. “Nanti kita akan kita pasang CCTV dengan teknologi analitik yang langsung terintegrasi dengan instansi keamanan, teknis dan aparat kewilayahan. Semoga dengan ini bisa memberikan kontribusi terhadap pencegahan kejadian serupa,” bebernya. 

Selain di Jembatan Tukad Bangkung, pihaknya juga akan melakukan pemasangan CCTV di daerah strategis seperti destinasi pariwisata, pelayanan publik, kawasan publik dan kawasan khusus seperti Tukad Bangkung. “Tahun ini sudah tahapan pengadaan,” tegasnya sembari menyebut anggaran dirancang Rp 34 miliar untuk mengcover CCTV dari Badung utara hingga selatan.

Untuk diketahui Jembatan Tukad Bangkung diresmikan penggunaannya pada 19 Desember 2006. Jembatan yang menghubungkan tiga kabupaten, masing-masing Badung, Bangli, dan Buleleng ini menjadi jembatan terpanjang di Bali dan diklaim sebagai tertinggi di Asia Tenggara.

Jembatan Tukad Bangkung mempunyai panjang 360 meter, lebar 9,6 meter, dengan pilar tertinggi mencapai 71,14 meter, dan fondasi pilar 41 meter di bawah tanah. Jembatan itu berteknologi balanced cantilever, dengan perkiraan usia pakai selama 100 tahun. Jembatan ini menggantikan jembatan lama yang letaknya berada 500 meter di arah selatan Jembatan Tukad  Bangkung. 7 ind
Read Entire Article