NPCI Bali Kesulitan Gelar Peparprov

2 weeks ago 1
ARTICLE AD BOX
Ketum NPC Indonesia Bali I Gede Komang Darma Wijaya tak memungkiri NPCI Bali masih belum mendapatkan perhatian serius dari pemerintah. Dari hibah saja cukup jomplang dan hibah sendiri diberikan setiap dua tahun sekali. Berbeda dengan KONI Bali yang mendapatkan dana hibah setiap tahun. 

"NPCI Bali jika ditotal hanya mendapatkan Rp 600 juta setiap tahunnya yang dibayarkan dua tahun sekali pada tahun genap," ungkap Gede Darma, belum lama ini.

Artinya, kata Gede Darma, dana hibah baru akan diberikan kembali Pemprov Bali melalui Dinsos Bali pada 2026. Hal ini memang sesuai aturan yang berlaku. Namun pihak NPCI Bali juga sempat memberikan usulan ke pusat agar pemberian dana hibah dilakukan setahun sekali.

"Kami sebenarnya sudah melakukan efisiensi lebih dulu. Tapi memang atlet kami juga tidak terlalu banyak. Kami berpikir untuk melakukan pemangkasan di beberapa hal. Termasuk kegiatan yang bersifat seremonial dan fokus di pembinaan. Tapi dengan situasi ini tentu sangat berat. Pembinaan di dunia olahraga tidak seperti membalikkan telapak tangan," kata Gede Darma.

Padahal, kata Gede Darma, tahun depan NPCI Bali juga memiliki banyak agenda besar. Selain Musorprov, juga akan menghidupkan kembali Pekan Olahraga Provinsi (Peparprov) Bali. Peparprov sendiri mati suri sejak kali terakhir digelar pada 2008. Jika jadi digelar tahun depan, artinya itu Peparprov kelima yang digelar sepanjang sejarah. 

"Peparprov sendiri membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Ya, butuh anggaran setidaknya Rp 300 juta. Sedangkan tiap tahunnya ada dana sebesar Rp 600 juta untuk seluruh kegiatan dalam satu tahun," tutup Gede Komang Darma Wijaya. dar
Read Entire Article