ARTICLE AD BOX
Direktur Intelkam Polda Bali, Kombes Pol Syahbuddin S.I.K., mengajak seluruh anggota ormas yang tergabung dalam aliansi, seperti Laskar Bali Shanti dan Baladika Bali Angunggah Shanti, untuk terus menjaga situasi keamanan Bali sebagai daerah tujuan wisata dunia.
“Beberapa waktu lalu, muncul kasus-kasus kejahatan yang dilakukan oleh orang asing hingga membuat Bali terkesan mencekam. Ini perlu diwaspadai. Jangan sampai orang takut ke Bali, tapi bagaimana agar mereka selalu rindu dan ingin kembali ke Bali,” ujarnya.
Ia juga menyinggung soal gesekan antara masyarakat lokal dan pendatang yang belakangan kerap viral di media sosial. Karena itu, ia menekankan pentingnya menjaga kebhinekaan, mengingat Bali dihuni oleh beragam etnis dari berbagai daerah.
Senada dengan itu, Ketua Umum Aliansi Bali Angunggah Shanti, Anak Agung Ketut Suma Widana alias Ajik Suma, menyatakan dukungannya terhadap imbauan dari Dir Intelkam. Ia menegaskan bahwa masyarakat Bali bukan anti terhadap pendatang, namun menuntut ketaatan terhadap aturan dan budaya lokal.
“Setiap orang yang masuk ke Bali tentu harus taat pada administrasi dan menghormati adat serta budaya. Kami bahkan menyarankan agar fungsi Pecalang kembali diaktifkan dan penerapan Kipem (Kartu Identitas Penduduk Musiman) ditegakkan. Supaya semua jelas dan terdata,” tegas sosok yang juga menjabat Ketua Umum Laskar Bali Shanti ini.
Ajik Suma juga mengungkapkan bahwa secara internal, pihaknya terus melakukan pembenahan. Beberapa anggota, koordinator lapangan, hingga pengurus yang tidak sejalan dengan visi misi organisasi langsung diberhentikan.
Sementara itu, Sekjen Aliansi Bali Shanti, Komang Merta Jiwa menyoroti pentingnya kolaborasi antara masyarakat dan aparat keamanan untuk menekan potensi gangguan keamanan, terlebih dalam menjaga citra Bali sebagai destinasi wisata internasional.
“Kolaborasi seperti ini sangat penting agar masyarakat memahami upaya-upaya pencegahan terhadap potensi gangguan keamanan. Ini adalah bagian dari tanggung jawab bersama,” kata Komang Merta Jiwa yang juga merupakan Anggota DPD RI Perwakilan Bali.
Menutup pertemuan tersebut, Dir Intelkam Polda Bali kembali mengingatkan masyarakat untuk lebih cermat dalam menyikapi informasi di media sosial. Ia mengimbau agar masyarakat tidak mudah menyebarkan informasi sensitif atau hoaks yang belum terverifikasi kebenarannya.