Arus Balik Meningkat, 45.175 Orang Masuk Bali Via Gilimanuk

11 hours ago 1
ARTICLE AD BOX
Sesuai data dari pihak ASDP, jumlah penumpang tersebut diseberangkan ke Bali bersama 12.087 unit kendaraan. Dari total kendaraan tersebut, kendaraan roda dua mendominasi dengan jumlah 6.455 unit, diikuti oleh kendaraan roda empat sebanyak 4.727 unit, truk sejumlah 571 unit, dan bus sebanyak 333 unit.  

Jika dibandingkan dengan hari sebelumnya, data produksi pada H+3 Lebaran ini kembali menunjukkan tren kenaikan yang signifikan. Pada periode H+2 Lebaran, tercatat 43.765 orang penumpang dengan 10.704 unit kendaraan menyeberang ke Bali. Di mana pada H+3 Lebaran ini, jumlah penumpang dan kendaraan bertambah masing-masing sebanyak 1.410 orang dan 1.383 unit.

Humas ASDP Pelabuhan Ketapang-Gilimanuk, Roodhin Firmana saat dikonfirmasi Jumat kemarin, menyatakan bahwa trafik penumpang dari Ketapang ke Gilimanuk terus mengalami peningkatan. Namun situasi lalu lintas di Ketapang masih tergolong lancar. 

"Situasi ramai namun masih cenderung landai. Tidak ada antrean panjang karena distribusi ke pelabuhan cukup bagus. Karena distribusi itu juga menjadi salah satu kunci. Kalau datangnya numpuk, sudah pasti akan numpuk," ujar Roodhin.

Arus balik Lebaran ini pun diperkirakan masih akan terus meningkat sampai hari terakhir cuti bersama Lebaran yang akan jatuh pada Senin (7/4) nanti. Namun dari pengalaman tahun-tahun sebelumnya, situasi arus balik Lebaran biasanya lebih landai dibanding saat arus mudik. 

Di samping belum banyak truk yang beroperasi, distribusi arus balik Lebaran ini biasanya tidak sepadat ketika masa arus mudik yang harus mengejar hari H Lebaran. "Kalau mudik pasti mengejar sebelum hari H (Lebaran). Tapi kalau baliknya lebih fleksibel. Belum lagi ada yang biasanya memilih balik setelah Lebaran Ketupat (sepekan setelah Idul Fitri)," ucap Roodhin. 

Sementara itu PT ASDP Indonesia Ferry menyatakan arus balik pemudik dari Pulau Jawa ke Bali lewat Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, Jawa Timur menuju Pelabuhan Gilimanuk, Kabupaten Jembrana mulai meningkat. Dalam siaran pers PT. ASDP Indonesia Ferry, Jumat menyebutkan pada H+1 total penumpang yang menyeberang dari Pelabuhan Ketapang, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur menuju Pelabuhan Gilimanuk mencapai 37.943 orang.

"Jumlah itu meningkat 24,3 persen dibanding periode yang sama tahun lalu," kata Corporate Secretary PT ASDP Indonesia Ferry Shelvy Arifin. Dia mengatakan untuk melayani jasa penyeberangan di Selat Bali pihaknya mengerahkan 32 unit armada kapal. Secara umum dia mengatakan, dengan sistem keberangkatan pemudik yang terjadwal, untuk Hari Raya Idul Fitri tahun ini kepadatan di pelabuhan relatif lebih bisa ditekan.

"Lewat pembelian tiket online, kedatangan pemudik di pelabuhan lebih terjadwal sehingga antisipasi pengaturan bisa dilakukan lebih baik," katanya. Karena itu, sistem tersebut akan diterapkan saat arus balik, dengan penumpang menjadwalkan waktu keberangkatan saat membeli tiket kapal secara online. 

Untuk menghindari semua kendaraan pemudik menumpuk ke arah pelabuhan, menurut dia, sudah disediakan lokasi-lokasi penampungan di Ketapang maupun Gilimanuk. "Di seluruh pelabuhan diterapkan delaying sistem termasuk untuk penyeberangan Selat Bali. Di Ketapang sudah disiapkan sejumlah lokasi untuk menampung kendaraan, demikian juga di Gilimanuk," katanya.

Menurut dia, di wilayah Ketapang kendaraan penumpang diarahkan masuk ke Grand Watudodol dan dermaga Bulusan, sementara kendaraan barang diarahkan ke Lapangan Sepak Bola Areba dan Terminal Sritanjung. Sedangkan di Gilimanuk, kata dia, lokasi untuk mendukung delaying system adalah Terminal Kargo dan Terminal Bus Gilimanuk untuk kendaraan penumpang dan Jembatan Timbang Cekik untuk kendaraan barang. 

"Untuk kelancaran arus balik, kami terus berkoordinasi dengan berbagai pihak. Kami memastikan ketersediaan kapal, optimalisasi operasional, serta pengelolaan antrean kendaraan agar perjalanan arus balik berjalan lancar," katanya. 7 ode, ant
Read Entire Article