ARTICLE AD BOX
NEGARA, NusaBali
Sebanyak 15 kepala keluarga (KK) di Banjar Sekar Kejula Kelod, Desa Yeh Embang Kauh, Kecamatan Mendoyo, Jembrana, kini terisolasi akibat robohnya jembatan bambu yang menjadi akses utama mereka selama ini. Jembatan ini roboh pada, Selasa (1/4) lalu akibat kondisi material yang sudah lapuk.
Jajaran Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jembrana yang menerima laporan kejadian itu turun melakukan asesmen ke lokasi, Kamis (3/4). Selain mengecek kondisi jembatan yang ambruk tersebut, kedatangan Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik (KL) bersama anggota Pusdalops dan Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Jembrana ini juga menyerahkan bantuan kepada para warga terdampak.
Kepala Pelaksana BPBD Jembrana I Putu Agus Artana Putra menjelaskan bahwa jembatan bambu itu merupakan jembatan di atas pangkung (sungai kecil). Sebelumnya, jembatan yang menjadi akses warga itu pertama kali roboh akibat tersapu banjir bandang pada bulan Oktober 2022 lalu. Pasca kejadian itu, jembatan yang putus sempat diperbaiki oleh masyarakat.

Foto: Kondisi jembatan bambu akses 15 KK yang roboh di Banjar Sekar Kejula Kelod, Desa Yeh Embang Kauh, Kecamatan Mendoyo, Jembrana, Kamis (3/4). -IST
Namun pada Selasa (1/4) lalu, jembatan bambu yang dibangun pada akhir tahun 2022 lalu itu kembali ambruk. "Ambruk karena materialnya sudah lapuk," ujar Agus Artana. Menurut Agus Artana, saat ini warga masih bisa melintas karena debit air sungai sedang kecil. Namun ketika air sungai membesar, masyarakat tidak dapat menyeberang sehingga menjadi terisolasi.
"Kekhawatiran utama warga adalah anak-anak yang harus bersekolah, serta kebutuhan darurat seperti membawa warga sakit ke rumah sakit. Ini menjadi kendala besar saat air sungai tinggi," ucapnya. Berdasarkan informasi dari Kepala Kewilayahan setempat, ada sebanyak 15 KK di Banjar Sekar Kejula Kelod terdampak langsung oleh kondisi ini.
Agus Artana menyebut bahwa pihak desa telah berupaya meminta bantuan kepada pihak terkait, namun hingga kini belum ada realisasi pembangunan jembatan yang lebih permanen.
Sebagai respons dan bentuk perhatian pemerintah terhadap insiden itu, petugas BPBD Jembrana juga menyerahkan bantuan kedaruratan kepada 15 KK yang terisolasi. Bantuan yang diberikan meliputi 15 paket sembako, 30 buah matras BNPB, dan 15 paket kebersihan. Sementara untuk perbaikan jembatan itu juga masih berupaya dikoordinasikan dengan OPD terkait. 7 ode